Dampak Tarif Trump, Tim Cook: Apple Tanggung Beban Hingga US$900 Juta

Dampak finansial kebijakan tarif impor era Presiden Donald Trump terhadap Apple akhirnya terkuak. CEO Apple, Tim Cook, mengungkap perusahaan menanggung beban tambahan signifikan sebesar US$900 juta hanya pada kuartal yang berakhir Juni 2025 akibat tarif tersebut.

Angka beban tarif ini melonjak tajam dibandingkan kuartal II tahun ini, yang menurut Cook hanya mengalami “dampak terbatas”. Dalam paparan kepada investor, Cook menolak memberikan proyeksi biaya jangka panjang, merujuk pada kondisi ketidakpastian pasar global. Ia juga tidak menampik potensi penyesuaian harga produk Apple di masa depan sebagai imbas tarif.

“Kami akan mengelola perusahaan sebagaimana yang telah kami lakukan—dengan keputusan yang penuh pertimbangan dan disengaja,” ujar Cook, dikutip Fortune, Jumat (2/5).

Respons Cook, meski berusaha meyakinkan pasar, tampaknya belum sepenuhnya menenangkan Wall Street. Saham Apple merosot 4 persen dalam perdagangan setelah jam kerja, mencapai US$204,94.

Kekhawatiran investor bukan tanpa alasan. Pengumuman tarif baru Trump pada 2 April lalu, termasuk pungutan hingga 145 persen atas barang-barang tertentu dari Cina, telah memicu gelombang kepanikan sebelumnya. Saham Apple sempat anjlok 20 persen dalam beberapa hari, menghapus ratusan miliar dolar dari nilai pasar, sebelum perlahan pulih.

Apple menjadi salah satu perusahaan teknologi yang paling rentan terhadap perang dagang AS-Cina. Hal ini karena sebagian besar produksi perangkat utamanya, seperti iPhone dan MacBook, masih sangat bergantung pada basis manufaktur di Tiongkok.

Kendati demikian, Cook menyebut Apple telah mengambil langkah strategis demi meminimalisasi dampak tarif. Salah satunya adalah diversifikasi rantai pasokan.

“Kami memindahkan sumber iPhone untuk pasar AS ke India,” ujarnya.

Cook menjelaskan, sebagian besar iPhone yang dijual di AS pada kuartal tersebut berasal dari India, lokasi dengan tarif impor yang lebih rendah. Produk lain seperti Mac dan iPad kini banyak diimpor dari Vietnam.

Langkah diversifikasi ini telah digodok Apple sejak beberapa tahun terakhir sebagai respons terhadap risiko konsentrasi produksi.

“Kami belajar bahwa menyimpan semuanya di satu lokasi memiliki risiko yang terlalu besar,” kata Cook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *